Nicklaus tidak tahu apa yang terjadi pada Lavender hingga gadis itu terlihat sedih ketika menemuinya. Dia ingin menanyakannya langsung, tapi mengingat kalau Lavender akan mengikuti tes untuk masuk universitas, akhirnya Nicklaus memilih untuk menahannya terlebih dahulu. Ketika melihat gadis itu keluar dari ruangan tes, Nicklaus merasakan jantungnya berdebar sangat kencang seolah seseorang bisa saja mendengar debaran jantungnya itu. Tapi tentu saja, sebagai seorang pria, Nicklaus harus menjaga image-nya sendiri agar tidak terlalu memalukan di hadapan Lavender. “Aku mau mengajak kamu ke suatu tempat setelah ini.” Lavender mendongak. Tatapannya yang polos dan lugu malah membuat Nicklaus semakin gugup dan jantungnya berdebar lebih kencang. “Apa?” “Kamu mau?” Lavender sendiri mematung pad

