Lavender membohongi dirinya sendiri. Dia sudah mengatakan bahwa dirinya tidak ingin bertemu dengan Nicklaus. Tapi di sinilah dia berada, di depan kafe tempat Nicklaus sering bersama band-nya. Lavender menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Dia mulai mempertanyakan keputusannya ketika dia memilih untuk menjauh dari Nicklaus. Karena pada kenyataannya, dia sama sekali tidak bisa menghilangkan Nicklaus dari pikirannya. Sama sekali tidak bisa hingga dia sendiri tidak tahan dengan pikirannya sendiri. Lavender hanya menatap ke dalam kafe itu tanpa melakukan apapun. Dia ragu, tapi dia sendiri tahu kalau tidak sekarang, mungkin kepalanya akan pecah karena memikirkan Nicklaus. “Lavender?” Sekonyong-konyong Lavender terkejut karena seseorang memanggil namanya dari arah belakan

