“Bro!” Nicklaus sampai di markas band-nya, tempat dia dan teman-temannya sering berkumpul. Dia melihat Fred dan semua anggota band di sana, dan ketika Fred menyapanya, Nicklaus tidak membalas sapaannya sama sekali. Wajah Nick muram. Dia terlihat banyak pikiran dan seolah bisa membunuh semua orang yang mengganggunya sekarang/ Nicklaus menghempaskan tubuhnya ke sofa. Dia duduk di sebelah Fred yang kini menatapnya heran. “Kenapa?” tanya Fred melihat Nicklaus yang sangat kacau. Nicklaus hanya menggeleng sambil memejamkan matanya dan memijat pelipisnya sendiri. Entah kepalanya pusing karena efek alkohol semalam, atau karena memikirkan Lavender dan hubungan mereka nanti. Nicklaus mungkin tidak siap jika harus menjadi Ayah, tapi dia siap untuk berada di sisi Lavender setiap waktu. Dia tidak ya

