Lavender sendiri tidak tahu bagaimana dia bisa selalu bertemu dengan Nicklaus. Sudah tiga kali ini dia bertemu dengan pria itu di berbagai tempat. Jika saja sikap Nicklaus tidak semenyebalkan ini, mungkin Lavender juga tidak keberatan bertemu dengannya, atau jika saja Nicklaus bukan salah satu anggota keluarga Theodore dan tidak memiliki masalah dengan Elijah, mungkin dia bisa berteman dengan pria itu. Sayangnya, keadaannya tidak seperti itu. “Apa mau kamu?” tanya Lavender sambil membalikkan sedikit badannya untuk menoleh pada Nicklaus. Dia memajukan motornya dengan kedua kakinya karena mesin motornya sudah terlebih dahulu dimatikan olehnya. Lavender heran kenapa pria itu repot-repot melakukannya demi berbicara dengan Lavender. “Tidak ada.” Nicklaus mengendikkan kedua bahunya dengan sen

