Elijah tidak bisa menyembunyikan senyumannya ketika dia mendengar Lavender meminta maaf padanya. Lupakan amarahnya yang kemarin masih tersimpan di hatinya begitu tahu kalau Lavender mennohonginya. Yang terpenting sekarang adalah bahwa gadis itu sendiri sudah beranggapan kalau hubungan mereka baik-baik saja. “Jadi, kamu tidak akan mengakhiri ini. ‘kan?” Lavender tertawa kecil/ tawa yang begitu ramah didengar oleh indera pendengarannya. “Tidak. Memangnya aku pernah mengatakan untuk mengakhirinya, Elijah?” Elijah menggeleng. “Tidak pernah. Tapi jujur saja, kemarin itu aku takut kalau pada akhirnya sikap aku hanya membuat kamu tidak nyaman dan akhirnya kita … putus.” Elijah mengecilkan suaranya ketika mengatakan satu kata terakhir. Entah kenapa dia malu ketika secara tidak langsung mengatak

