00. Prologue

738 Kata
Dia, Pria berparas tampan menggunakan hoodie berwarna hitam bersender didinding bersama buku komik yang baru ia pinjam. Namanya adalah Althario Leondrian, sebut saja namanya adalah Leo. Leo sudah merasa jengah akhirnya memilih untuk membayar buku manga miliknya lalu bergegas pulang. Decak kagum wanita yang berkunjung ketika melihat parasnya, tak sedikit juga karyawan perempuan genit padanya. Setelah membayar buku buku itu baru saja ia melangkahkan kaki keluar hujan turun begitu deras. membasahi permukaan tanah digelapnya malam. Pukul masih menunjukkan waktu sepuluh kurang sepuluh menit, yang artinya sebentar lagi hari mulai larut. "Hujan ini sepertinya bakal awet," Ujar Leo. Selama ini ia tinggal bersama Eza dan keluarga, dari kecil Leo hidup sederhana melalui Eza. Eza adalah sahabat kecil Leo. bahkan tidak ada kata berpecah untuk mereka. Sedari kecil, Leo tak mengetahui siapa ibunya, siapa ayahnya ia tak tahu. Satu hal yang Leo ketahui, Yang jelas ada cincin berbatu merah tersemat diantara selimut saat ia ditemukan. "Den, udah lama disini?" Celetuk bapak bapak penjaga satpam toko buku. Leo berdehem singkat akibat kaget, "Iya pak, memang kenapa?" Tanya Leo. "Sebaiknya kamu pulang sekarang saja, karna toko ini bakal tutup, udah larut!" Begitu setelah bapak satpam tadi memberitahukan, Leo dengan tanggap berucap terimakasih lalu mampir ke supermarket terdekat untuk membeli payung. Karna hujan tidak begitu deras lagi, maka sedikit mudah bagi Leo. Leo tidak bodoh menerobos hujan hanya ingin cepat pulang, Lagipun siapa yang mau ia tengok? Eza? ia sudah bosan dengan wajah datar Eza. "Mbak, Payung satu." Ucapnya setelah mengambil satu payung dan dua minuman s**u kotak dengan rasa kelapa. "Semuanya bertotal tiga puluh enam ribu lima ratus rupiah kak," pelayan kasir berusaha ramah. sepertinya ia terlalu gugup menghadapi pelanggannya satu ini. Setelah itu, Leo menyodorkan satu kartu berwarna hitam. sontak kedua bola mata pelayan kasir membulat. "Bisa mbak?" "Ha-hah? i-iya bisa mas, bentar ya.." Ucap pelayan kasir lalu menggesekkan kartu tersebut. Leo mengambil dua minumannya dan satu payung. Ia buka payung tersebut lalu berjalan menembus rintik hujan dan dinginnya malam. "Sebenarnya gue gak kepengen pake kartu itu, tapi mau gimana lagi? Gue cuma bawa duit pas-pasan, siapapun pemilik kartu maafkan Leo," Batin Leo. Leo menemukan kotak berwarna biru muda waktu itu saat menunggu kamar kostnya sendiri. Kotak tersebut berisi Kartu hitam, dasi berwarna biru tua dan liontin berbentuk zodiak Leo. sesuai namanya. Disana terterang kado itu untuknya, tertulis juga tanggal yang sama persis dengan tanggal lahir Leo. "Huh, baik. gue harus cepet pulang sebelum Eza ngunciin gue dari luar!" Serunya mempercepat langkah. Leo mempercepat langkahnya bersamaan diperempatan jalan ia menambrak sesorang. Brukkk!! "Aawwh.." Ringis seseorang terdengar seperti seorang gadis. Leo menaikkan satu alis, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu. sialnya justru ditepis oleh orang tersebut. "Lo kalau jalan bisa liat liat gak sih?!" Amuknya lalu melarikan diri. Pakaian yang dikenakan oleh gadis itu serba hitam, disertai kupluk yang menutupi setengah wajahnya, Leo dapat mengatakan bahwa dia adalah orang yang misterius. "Cih," Leo berdecih saat gadis itu pergi begitu saja tanpa berterimakasih ataupun minta maaf. Daripada menunggu lama, akhirnya Leo melanjutkan perjalanan. Banyak teman Leo yang berpikir kalau Leo itu orang yang boros, ya dimemang boros kalau dengan komik incarannya. tapi untuk yang lain nyatanya tidak, Leo berkerja keras. menurutnya berkerja untuk hobi adalah kenikmatan tiada tara, bayangkan saja setelah kalian berkerja keras lalu dapat memberi barang impianmu pasti kamu akan mendapat kepuasan sendiri. Selama ini juga, Leo mengekos bersama Eza dan dua teman lainnya, tapi selalu sama setelah pulang sekolah Leo selalu berkerja entah itu bersama Eza ataupun dengan dua teman lainnya itu. "Haaah.. udara begitu dingin.." Ujar Leo bermonolog sembari memasukkan satu tangannya didalam hoodie dan satu tangan memegang payung yang terbentang dan kresek isi s**u kotak kesukaannya. Samar samar pendengaran Leo mendengar keributan diarah belakang, Ia menoleh saat itu pula seorang berpakaian rapih datang dan menundukkan kepala. "Nak muda, kamu lihat cewe pake kupluk hitam? rambutnya warna coklat dia juga pake hitam hitam lihat tidak?" Terengah engah bapak bapak itu bertanya. Leo sempat berpikir, apa perlu ia beritahu? "Tadi lihat, kearah sana larinya pak. memang ada apa?" Leo mulai mencari informasi. "Dia itu mencoret-coret gedung yang saya sewa! saya sudah beberapa kali bilang agar ia dan gengnya berhenti, awalnya saya pikif mereka bertobat tahu-tahunya justru mereka sampai gencar!" "Dasar banyak tingkah bocah itu!" Geram bapak bapak tersebut. tak lama kemudian Bapak itu memberi salam dan pergi. "Salah gak ya gue kasih tau?" Leo membatin lalu beranjak pergi. ... [ PROLOGUE : SELESAI ] ... • BAB 1 DIMULAI ? •
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN