SB - 45

2060 Kata

Aku memandangi pemandangan di depanku dengan ekspresi takjub yang tak bisa aku sembunyikan.  "Apa kau cenayang?" tanyaku padanya sembari menoleh, memandangi Diero. Kami saling menatap selama beberapa menit. Pria itu tersenyum. Astaga, kenapa aku baru sadar kalau Diero punya senyum semanis ini.  Diero melangkah mendekatiku hingga dia berdiri tepat di sampingku. Diero membawaku ke taman akuarium. Aku memang sudah lama ingin ke sini. Aku ingin melihat ikan-ikan.  "Ayo masuk.." Diero menggenggam tanganku kemudian membawaku masuk. Aku tak bisa sembunyikan perasaan bahagia yang datang menyapa saat aku melihat ikan-ikan yang berenang dengan bebas di dalam akuarium. Aku jadi teringat pada ikan yang dulu pernah aku pelihara. Sudah lama sekali.  "Aku jadi teringat pada ikan yang pernah aku pelih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN