SB - 42

2236 Kata

Sore yang cukup terik. Matahari bersinar sangat cerah hari ini. Bahkan saat jam sudah menunjuk di angka 4 pun panasnya masih terasa menyengat kulit. Ya Tuhan. Kue untuk Nayna sudah selesai dibeli. Aku menyimpannya di mobil Ardan. Awalnya aku berniat untuk mengantar kue itu ke condo lebih dulu. Tapi di tengah jalan Prof menelfon kami. Aku dan Ardan terpaksa memutar arah kami karena harus segera menemui Prof.  Pertemuan dengan Prof berlangsung sedikit lebih lama dari dugaanku. Karena pembahasan kami cukup serius, aku nyaris melupakan kue ulang tahun Nayna. Getar ponsel akhirnya menyadarkanku kalau aku punya tugas lain hari ini.  “Kau di mana?”  “Di luar. Ada apa?”  “Di mana?”  Aku malas sekali menjawab pertanyaannya. “Ada apa?” tanyaku balik mengabaikan pertanyaan K’Tana. “Oh iya, ini s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN