"Talin, kau baik-baik saja?" Aku memandang Ranha, kemudian tersenyum simpul. "Tentu, memangnya aku kenapa?" Ranha menatapku lama, kemudian ia menggeleng. Ranha kembali sibuk dengan telepon genggamnya. Sisa sore itu kami habiskan dalam keheningan, sibuk dengan kegiatan kami masing-masing. Ranha tak bertanya lagi dań aku pun hanya diam. Pembahasan tentang Nayna dan K'Tana seperti terlupakan begitu saja. ... Pertanyaan tentang bagaimana dan apa yang akan aku lakukan setelah K'Tana dan Nayna pacaran menjadi pr tersendiri bagiku. Meski tak ingin memikirkan, nyatanya hal itu terus memenuhi kepalaku saat bangun dan sebelum tidur. Hampir satu bulan berlalu setelah K'Tana dan Nayna mengumumkan kalau mereka resmi pacaran. Hampir satu bulan juga aku menghindari mereka. Ya, aku menghindari K

