Pagi-pagi Nayna mengetuk pintu condoku. Aku masih dalam kondisi mengantuk karena begadang mengerjakan tugas. Nayna menyapa dengan ceria seperti biasa. Ah tidak, Nayna terlihat lebih ceria hari ini. "Ada apa?" "Kau baru bangun? Memangnya kau tidak ada kelas?" Aku menggeleng. "Kelasku sore." "Ohh hm Tal, aku boleh pinjam sepatumu?" Nayna terlihat ragu-ragu bertanya. Tumben dia terlihat malu-malu begini. Biasanya Nayna akan memakai apa yang ingin dipakainya. "Sepatu apa?" Aku dan Nayna masuk ke dalam. Nayna kemudian menghampiri lemari sepatuku. Aku menggosok mata. Kuambil jepit rambut kemudian menjepit asal rambutku. "Ini." Nayna menunjuk sebuah sepatu kets warna putih. Itu salah satu kets kesayanganku. Tumben Nayna meminjamnya. Aku hampir tak pernah meminjamkan sepatu itu pada or

