Hasil medis memperlihatkan bahwa Agam bisa menjalani operasi. Alea dan yang lain menghela napas lega. Akhirnya, sebentar lagi Agam-nya. Anaknya, buah hatinya. Dunianya. Bisa sembuh. "jangan nangis!" Mika mendorong pundak Alea. Alea langsung mendelik, mengusap air mata yang sempat menetes "gue seneng!" "ya gak usah nangis!" "ini nangis seneng!" "ini nangis seneng" Mika meniru ucapan Alea dengan wajah meledek. Alea langsung memukul Mika "jahat lo! ledekin gue" "jahat lo ledekin gue" Mika kembali menggoda Alea hingga Alea mendelik, kesal. "Agam kalau liat bakal tetep mikir kalau lo sedih. Sekalipun lo nangis karena seneng. Namanya juga bocah" lanjut Mika. "terus kapan Agam ke rumah sakitnya?" tanya sang mama. "lusa Agam sudah ke rumah sakit" "sekarang kita lebih perbanyak doa untuk

