Di perjalanan pulang, Kal pun tertidur pulas di pangkuan sang mama. Energinya sudah habis terkuras disana. penghibur cilik itu sedang mengisi daya sebelum dia beraksi lagi. "Sayang, mengenai tempat tinggal, apakah kamu tidak keberatan jika kamu pindah dan tinggal bersama disini?" tanya Khalif pada istrinya itu. sebenarnya dia ingin membahas hal itu sejak kemarin tapi dia belum sempat. "Iya Mas, aku juga sudah memikirkan hal itu. Aku akan ikut bersamamu disini. Walaupun aku kasian sama Kal, dia sepertinya sudah nyaman dengan sekolah dan teman-temannya itu. mungkin dia akan sedih kalau harus meninggalkan teman-teman dan guru-gurunya disana. tapi aku akan memberikan pengertian padanya." jelasnya membuat Khalif mengangguk mengerti. "Coffeeshop kamu gimana disana? siapa yang mau handle?" tan

