Part 44 - Pregnant

1491 Kata

Pagi ini entah sudah berapa kali Namira muntah-muntah. Kepalanya juga pusing sejak dia bangun untuk shalat subuh tadi. Dia pun tidak jadi membuat sarapan untuk anak dan suaminya sebab untuk berdiri saja dia rasanya tidak kuat. Sepulang dari Masjid, Khalif melihat istrinya terlihat berbeda. Biasanya dia melihat istrinya sudah aktif di dapur tapi sekarang dia melihat Namira terbaring lemah di ranjang milik mereka. dia pun buru-buru langsung menghampiri Namira dan menanyakan keadaannya. “Sayang, are you okay? Apa yang kamu rasakan?” tanya Khalif dengan nada khawatirnya. Dia mencoba mengusap dahi Namira tapi dia tak merasakan dia sedang demam. Tapi raut wajah Namira pucat, tak seperti biasanya. Belum juga sempat dia menjawab, Namira sudah lebih dulu beranjak dari kasurnya dan berlari men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN