"Nak, kepala mama sakit. coba kamu pijit." Pinta bu Siwi pada putranya itu. selama sakit, dia begitu manja kepada Khalif. apa-apa minta diambilkan dan harus dituruti. Khalif pun dengan sabar menurutinya. Perasaan Khalif sedang tidak enak. Sudah dua hari ini dia tak bisa menghubungi Namira. entah kemana perempuan itu pergi. Padahal dia sudah sangat merindukan mereka. Khalif berharap kedua orang tercintanya itu baik-baik saja disana. "Lif, yang bener dong mijitnya. Kamu tuh jangan sambil ngelamun." Pintanya lagi dengan nada kesal. "Ma, kata dokter kan udah boleh pulang. kenapa mama masih mau stay disini?" tanya Khalif penasaran. Dokter bilang mamanya sudah boleh pulang karena kondisinya sudah membaik. Tapi mamanya menolak dengan alasan agar penyakitnya itu sembuh total. Dia takut jika pe

