Plakkkk... Tamparan itu begitu keras hingga membuat pipi putih Namira merah. Perempuan itu merintih kesakitan. Dia memegangi pipi kanannya dengan tangannya. Belum juga usai dari rasa sakit di pipinya, Bu Siwi kembali menyerang Namira. dia maju dan menjambak rambut Namira begitu keras. "Mana anakku Namira? Kenapa kamu merebutnya lagi dariku?" tanya bu Siwi dengan mata yang melotot kearah Namira. Perempuan itu merintih kesakitan karena bu Siwi mencengkram rambutnya begitu erat. Dia ingin melawan tapi dia seakan tak memiliki kekuatan. Bu Siwi tak hanya menjambak Namira namun juga membenturkan kepala Namira ke tembok berkali-kali. Sungguh bu Siwi terlihat seperti monster baginya. Namira takut, benar-benar takut. "Bukankah aku sudah bilang untuk menjauhi Khalif. kenapa kamu masih menampakka

