Sedangkan Namira masih menatap Shania dengan tatapan penasarannya. “Shan, ada yang ingin kamu ceritakan sama aku?” Shania diam sejenak, dia menatap Khalif yang duduk disamping Namira seakan memberikan kode bahwa dia tak nyaman jika berbicara disampingnya. Namira mengerti, lalu dia mengajak Shania ke kamarnya untuk berbicara lebih leluasa lagi. “sebenarnya aku dekat dengan Mas Ryan semenjak dari makan malam waktu itu. kita mulai dekat tapi kita belum ada hubungan apa-apa kak. Tapi aku mulai...nyaman.” jelasnya dengan penuh kehati-hatian dalam ucapannya. “Oke. Jadi bagaimana perasaanmu dengan Ryan? Apakah menurutmu dia lelaki yang baik?” tanya Namira mencoba menggali lebih dalam lagi tentang hubungan mereka. “Aku tidak tahu apakah aku sudah jatuh cinta sama dia atau belum, tapi aku me

