Mark masih terpana dengan rekan bisnisnya yang suka ke rumah. "Mimpi? Kau bermimpi soal apa?" "Jadi begini pada awalnya. Waktu malam kan aku tidur. Terus aku tuh ada didepan rumah ini. Aku melihat ada sosok ular besar didepannya. Ular itu melingkar besar tepat didepan rumah ini. Kemudian aku menghampiri si ular dan menyayanginya. Anehnya ular itu tidak galak ataupun marah. Dia sangat jinak kepadaku. Dia juga tak mengigitku. Aku pun terbangun dan menyadari apa yang terjadi dimimpiku semalam. Nanti kan aku mau pasang angka. Lalu aku berencana untuk meminjam nomor rumahmu ini dan dijadikan angka yang dipasang, bagaimana?"tawarnya "Boleh, terserah kau saja," Jean yang hanya mendengar sekilas. Dia pum mendatangi rekan Mark. "Mimpi apa sih? Seru banget kayaknya ceritanya," "Iya, aku ceri

