Mark merasa skak dengan kehidupannya. Memang dia sudah membayar sedikit demi sedikit hutangnya. Namun belumlah lunas semua hutangnya. Mark mulai gelisah dengan dirinya sendiri dan pikiran yang bercabang. Bagaimana ini ke depannya. Akankah aku membayar semua hutangku? Batinnya bertanya-tanya. Ditengah ketidakpastian yang dialaminya. Datanglah seorang rekan bisnisnya. Kemudian datang dan menanyai kepadanya. "Rumah ini mau dijual?"tanyanya langsung "Iya,"jawabnya pelan Kemudian Jean langsung menyambung kepadanya. "Benar seperti yang dibilang oleh Mark. Rumah ini akan dijual. Tapi nanti kita tinggal dimana?"putus Jean tanpa harapan "Mark tuh nanti dapat rumah,"kata rekan bisnis Mark "Kamu pasti becanda kan,"tuding istrinya "Tidak. Ada kok saksinya. Seorang supir. Waktu itu alm kakak

