Pertandingan babak penyisihan dimulai, dalam waktu beberapa bulan kedepan Arhan akan disibukkan dengan pertandingan yang mengharuskan ia tinggal sementra di asrama. Turnamen yang sangat disukai dulu, meski sangat melelahkan tapi jika hasilnya dapat kembali membawa nama baik tim, sangat sebanding untuk diperjuangkan. Manager tim menginformasikan untuknya segera mengemas barang-batang dan pindah ke asrama. “Nggak bisa ditunda, atau mungkin di undur, misalnya besok?” Erlangga menoleh ke arah Dita, memastikan. “Tidak bisa, Han. Pertandingan kali ini sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari dan nggak bisa ditunda. Kamu harus segera bersiap.” Arhan mungkin tidak ingat dengan jadwal tersebut, tapi sang Manager Dudi, selalu mencatatnya. Mengingatkan Arhan akan jadwal penting yang harus dilakuk

