"Daddy!" "Ya?" "Kapan Mommy pulang?" tanyanya, sepasang matanya mengerjap lucu. "Aku kangen sama Mommy...." Wajahnya memelas ketika muncul di layar ponsel. Pipi tembam, suara yang lucu—anak perempuan berusia empat tahun itu membuat semua orang yang mendengar akan tertawa dan merasa gemas. Tapi sayang, mereka harus terbang ke Amerika lebih dulu walau sekadar ingin mencubit pipi anak itu. "Kamu kangen sama Mommy?" Anak perempuan itu mengangguk-angguk. Wajahnya nelangsa. "Bukannya kamu bilang Mommy cerewet banget?" "Kapan?!" Matanya mendelik, sebelah tangannya yang tadi menopang dagu kini ditariknya lantas duduk dengan tegap. "Sering," jawab Shakalon sembari mengangguk kecil. "Daddy sampai nggak bisa hitung berapa kali kamu bilang Mommy cerewet!" Shabby Malik mengerucutkan bibir

