Kata tetangganya dulu, Ayah kandung Anyelir pergi meninggalkan kota karena tidak ingin bertanggungjawab atas kehamilan ibunya. Ya. Anyelir anak hasil di luar pernikahan. Walau dirinya tidak pernah menanyakan siapa ayahnya pada Ibu semasa hidup, Anyelir tahu fakta menyakitkan itu dari tetangganya. Diam-diam para tetangga sering membicarakan Ibu dan ayahnya yang telah pergi. Katanya lagi, Ayah kandung Anyelir dari keluarga berada, sementara ibunya, berasal dari keluarga biasa, yatim-piatu pula. Kata siapa Anyelir tidak ingin bertemu Ayah kandungnya? Anyelir ingin sekali bertemu walau hanya sekali. Ia tidak membenci ayahnya. Sama sekali tidak, seujung kuku pun tidak. Anyelir pikir, itu sudah menjadi takdir Ibu dan dirinya hidup tanpa seorang lelaki. Toh, kalau pun Ibu Anyelir memaksa tetap

