Kedua tangan Shakalon terulur ke dinding kamar mandi. Kepalanya menunduk kala air dari atas shower mengucur membasahi ke seluruh tubuhnya. Berkali-kali Shakalon mengumpat, mengutuk diri sendiri karena sudah melakukan tindakan gila. "Aku benci kamu, Lon! Kamu bikin aku takut!" Teriakkan serta air mata yang membasahi pipi Anyelir belum mau pergi. Seperti berhenti di kepala dan telinganya, lantas membuat lelaki itu mengerang. Ia marah pada dirinya sendiri. Apa yang dilakukannya pada Anyelir tadi sama seperti sebuah pelecehan. Shakalon mendongak, kedua matanya memejam menerima guyuran air dari shower yang mengucur deras. Shakalon menarik kedua tangannya, mengusapkannya ke belakang kepalanya dengan gerakkan lamban. Shakalon merasa merasa bersalah. Shakalon tanpa sadar sudah menyakiti A

