"Nye." "Ngapain lo di sini? Lo nggak takut dicariin sama pacar lo emang?" Btara meneguk ludah. Dia mengaku salah. Tidak heran kalau Anyelir memberi reaksi sinis saat melihat Btara muncul di dalam rumahnya. "Gue minta maaf, Nye. Gue ngaku salah. Apa yang gue bilang waktu itu udah keterlaluan." Dengan lugas Btara meminta maaf atas tindakan dan ucapannya. Setelah dia pikirkan lagi. Kata-kata Btara memang sangat menyakitkan jika didengar. "Semua udah lewat." Anyelir mengibaskan tangan ke udara. "Gue juga udah lupa." "Bohong," sahut Btara memutar badan. Dia memandangi punggung Anyelir. "Kalau lo udah lupain kata-kata gue kemaren. Harusnya lo bersikap biasa aja sama gue sekarang." Talita tidak tahu menahu apa yang sedang dibicarakan kedua temannya itu. Anyelir dan Btara saling berdeb

