Belum Juga Sadar

1078 Kata

"Selama aku hidup, baru kali ini aku malas pergi kerja." "Kenapa gitu? Apa yang bikin males?" "Kalian," jawab Shakalon. "Aku mau lebih lama di sini sama kamu, dan anak-anak. Kayaknya waktu dua puluh empat jam nggak bakalan cukup puas, Va." Anyelir menunjukkan raut wajah mengejek. Shakalon meluruskan tangan melingkari bahu perempuan itu. "Orang gila kerja kayak kamu, barusan bilang ini beneran? Aku nggak salah denger, kan?" "Nggak, dong." Shakalon mengangguk sekali. "Aku ngomong ini tulus dari dalam hati." Anyelir menepuk paha Shakalon, lalu merebahkan kepalanya ke lengan lelaki itu. "Masa karena pengin lama-lama sama kita, kamu sampai mau bolos? Ish, jangan bilang kamu itu bosnya!" Shakalon menyemburkan tawa. "Tapi aku beneran, lho. Kayaknya setelah kita nikah nanti, kita janga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN