"Oohh jadi ini semua ulahmu ... setelah mengetahuinya aku jadi sangat ingin menghajarmu," ucap Satya. "Jadi ... bagaimana rasanya kehilalngan sesuatu yang berharga? Apa kamu merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakan olehku?" tanya kakak kelas Satya yang berniat membalas dendam. "Cuih! Licik kau! ... Aku paling benci adegan seperti ini!" balas Satya meludah kearahnya. "Berhentilah meracau tidak jelas!" tegas lawan. Satya mengambil pisau besar miliknya yang berada dibelakang pinggang, "Kita selesaikan ini sekarang!" tegas Satya mengarahkan ujung pisau pada lawan. "Itu yang aku tunggu sedari tadi," balasnya tersenyum licik sembari mengambil pedang miliknya. Mereka berdiam diri saling menatap, berbagai jenis suara racauan perang pelan-pelan kabur. Perhatian mereka saling menatap sat
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


