Kamar yang berantakan, penuh dengan sisa-sisa pakain yang belum dicuci berserakan dikasur magnet milik Satya. Beberapa peralatan miliknya bertebaran dimana-mana tapi, ia nyaman-nyaman saja dam tidak terlalu menghiraukan kekacauan kamar milik Satya. Wajah lelah menyelimuti Satya hingga ia tertidur dengan kaki masih menapak dilantai, meski begitu kesadarannya hampir tidak kuat menyadari hal itu sampai suatu ketika terdengar suara telepon berdering. Kring ... kring ... Bunyi dering berasal dari kantong celana Satya, ia pun merogoh isi kantong dan mengambil telepon pintar untuk mengangkat sebuah panggilan yang berasal dari kawannya. "Halo!" "Satya! Apa kamu menerima sebuah email dari pihak sekolah?!" kejut Asher menanyakan kabar dengan tergesa-gesa. "Hei, tenanglah aku baru saja menerim

