SINTA “Harus ya mbah data-data Ari kami berikan pada Mbah?” tanyaku galau. Kepala sudah pusing memikirkan cara mendapatkan data Ari. Jangankan aku, mungkin Nura saja tidak tahu wetonnya Ari. Karena anak muda di zaman sekarang mana ada yang peduli tentang perhitungan seperti itu. “Ya iya, tho. Kan buat mencari yang tersembunyi dari dia.” “Tapi kami kan bukan keluarganya, mbah. Susah mau dapatkan data-data seperti itu.” “Ya berusaha dong, neng. Kalau diam saja ya mana dapat.” “Kalau tidak lengkap bagaimana?” Aku mencoba untuk bernegosiasi. Barangkali saja bisa. “Tidak ada alasan. Aku tunggu secepatnya data-data orang itu kalau kalian mau hasil secepatnya juga." Akhirnya kami pun pulang dengan wajah muram. Sepanjang perjalanan, kami diam. Otak kami terus memikirkan bagaimana caranya me

