Kinanti memulai kembali pekerjaannya setelah sempat mengundurkan diri. Meski sedikit berat hati menerima tawaran Kenan. Namun, tetap diterima karena ia membutuhkan uang untuk biaya hidup diri serta putra kecilnya. 'Aku terpaksa harus bertahan demi putraku, meski bertentangan dengan hatiku. Aku tidak mungkin meminta bantuan papa dan mama. Mereka saja belum mengetahui mengenai masalahku dengan Mas Kenan. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mama,' batin Kinanti sambil menopangkan sebelah wajahnya pada kedua tangan yang bersandar pada meja. "Kau kenapa? Apa kau sakit?" tanya Kenan yang baru saja memasuki ruangan dan melihat Kinanti tengah melamun. "Ma--Mas Kenan. Kapan kau datang?" ucap Kinanti dengan gugup melihat kedatangan Kenan. "Kau melamun sampai tidak melihatku datang?" tanya lelak

