Bab 28 Merindukan Senyuman

1019 Kata

'Bagaimana aku bisa tidak sadarkan diri dan masuk rumah sakit seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi denganku?' batin Kinanti sambil terus berpikir keras mengingat kejadian yang menimpa dirinya. "Sayang," panggil Kenan lembut. Kinanti menghela napas berat. Kemudian, ia memegang kepala dengan kedua tangannya yang terasa berdenyut. "Argh!" pekik Kinanti sambil meringis. "Jangan terlalu banyak berpikir. Istirahatlah, kau baru saja siuman, Kinanti," nasihat Kenan. "Aku ingat ... Jeny, dia--iya, gara-gara Jeny aku masuk rumah sakit seperti ini," ucap Kinanti terbata sambil terus mengingatnya. "Kau sudah ingat?" tanya Kenan mendekat dan memegang pelan kedua pundak Kinanti. "Kau mau ke mana, Sayang?" tanya Kenan melihat Kinanti menepis kedua tangannya dan berusaha turun dari ranjang. "A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN