Bab 33 Mengikutinya

867 Kata

Kinanti mendelik, lalu menatap lelaki di hadapannya kini dengan begitu tajam. Napasnya bergemuruh. Hati wanita berparas cantik nan menawan itu kembali terluka. "Kenapa? Kenapa kau selalu mengancam-ku dengan mereka yang dijadikan alasan? Apa kau tidak akan pernah puas menyakitiku sebelum aku mati?" tanya Kinanti hampir putus asa. "Aku tidak ingin berdebat denganmu. Kau hanya perlu memberikan keputusan sekarang, sebelum menyesal dan terlambat!" jelas Kenan kembali dengan tatapan mengintimidasi. "Mas!" "Sekarang, atau aku yang memutuskannya!" "Mas Kenan!" "Tiga, dua, sa ...." "Baik, aku ikut denganmu. Dengan syarat, mami-mu dan Jeny jangan menggangguku, apalagi sampai menyentuh Baby Kian! Lepaskan Hendrik dan Sally! Aku akan benar-benar pergi dan membuat perhitungan dengan kalian, jika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN