Hal pertama yang diingatnya ketika membuka mata di pagi hari adalah kiriman bunga hyacinth. Untuk siapa lagi kalau bukan untuk Marco. Mereka berdua sudah berbaikan. Lebih tepatnya, Jill yang memaksa Marco untuk berbaikan kembali dengannya. Bukan untuk hubungan yang muluk-muluk, tapi Jill menginginkan mereka memulai lagi pertemanan mereka dari awal. Dan, Marco menyetujuinya. Bagi Jill, itu sudah lebih dari cukup. Jill turun dari ranjang, menyelipkan kedua kakinya ke dalam sandal rumah tipis berbulu-bulu putih. Dia keluar dari kamar, berjalan menuju pantri. Membuka-buka lemari kabinet dan menemukan sekotak sereal coklat sebagai pengganjal perut di pagi hari. Jill menjerang air, menunggunya hingga berbunyi nyaring, lalu menuangkan isinya ke dalam cangkir porselen kecil berisi bubuk kopi ya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


