Mbak-mbak kasir tercengang melihat Sena meletakan sebuah es krim, dan beberapa lembar uang ratusan ribu di atas meja kasir. "Sena mau beli es krim," ucap Sena tersenyum ceria, berbeda sekali dengan petugas kasir Alfimei yang kebingungan menatap uang berserakan di atas meja. "Mb-mbak serius?" Sena mengangguk, "Iya." "Satu es krim aja, mbak?" "Iya," Sena mengangguk lagi. "Ga ada tambahan lago?" ucap mbak kasir itu berhati-hati. "Engga," ucap Sena menggeleng polos. "Satunya tiga belas ribu, mbak, tapi uang yang mbak kasih kebanyakan. Mbak cukup bayar satu uang merah aja." "Bang Bemby!" "Paan?" "Idih jutek amat." Sherly menghampiri kakak sepupunya di kantin sambil menyeruput minuman boba. "Ngapain bang?" tanya Sherly duduk di depan Bemby yang sibuk mengetik tugas di laptop. "Ti

