Sejak jam lima pagi tadi Zara terus menyibukkan dirinya dengan membereskan rumah, seperti mencuci baju, mencuci piring, menyapu, mengepel apa pun itu yang bisa Zara lakukan, dan itu dia lakukan rutin setiap hari sebelum dia pergi ke kampus. Zara duduk di sofa usang dengan warna yang sudah pudar dan juga beberapa benang jahitan sofa tersebut terlihat sudah mencuat keluar, namun bagi Zara ini sudah cukup baginya untuk di jadikan tempat duduk di gubuk kecil peninggalan kedua orang tuanya yang menyimpan begitu banyak kenangannya di masa kecil bersama keluarga kecilnya. Namun sekarang hanya Zara seorang yang terus menjaga rumah ini dengan sepenuh hatinya, apa pun yang terjadi Zara tidak akan pernah meninggalkan rumah ini. Kakak nya Rio, Entahlah sudah tiga hati ini dia tidak pulang, Rio

