Zara langsung berlari ke arah kamarnya nya setelah membaca surat dari Rio, yang ada di pikirannya saat ini adalah menghubungi Rio dan menanyakan alasan kepergiannya, Zara tidak bisa membiarkan Rio pergi begitu saja karena satu-satunya orang yang Zara punya di dunia ini hanya Rio. Zara meraih ponselnya dengan tangan gemetar dan juga air mata yang terus mengalir membasahi pipinya, beberapa kali air mata itu Zara ucap dengan kasar, selama ini dia sudah menahan dengan sekuat tenaga agar matanya itu tidak pernah menangis lagi setelah kepergian kedua orang tuanya namun saat ini, saat dirinya harus kembali kehilangan seseorang dalam hidupnya Zara tidak bisa menahan nya. Zara mulai mencari kontak Rio untuk segera dihubungi namun baru saja Zara hendak menekan tombol memanggil tiba-tiba ponselnya

