Gre! Dia Om, lo!

999 Kata

Greta masih dalam mode marah pada om Arlannya. Sepanjang jalan menuju kampus dia hanya diam, dan memilih memandangi pohon yang seakan berkejar-kejaran dari balik jendela mobil. Sementara Arlan seperti biasa, fokus dengan kemudinya dan sesekali melirik keponakan cantiknya, yang ia tahu masih merajuk karena kejadian semalam. "Udah dong ngambeknya, Gre." Greta tidak menjawab. "Gre!" "Hemm." "Greta!" "Apa si, Om!?" jawab Greta kesal. "Udah dong manyunnya, janji deh nggak gitu lagi." "Iya." "Kok masih manyun?" "Udah ih, terus aku suruh ngapain?" Arlan hanya mengembuskan napas jengah. Dia memang bukan tipe orang yang pandai mencairkan suasana. Kini dia malah ikut-ikutan kesal. Kalau soal marah dan merajuk Arlan memang jagonya. Kini gantian Greta yang melirik Arlan. Kenapa jadi dia ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN