Dengan lantang dan dalam satu tarikan napas, Arlan mengucapkan ijab kabul di depan wali dan para saksi. Suasana tegang berganti dengan lantunan doa, helaan nalas lega, rasa haru dan juga kebahagiaan yang tidak terkira terutama untuk sepasang pengantin yang baru saja sah menjadi suami istri. Greta mencium tangan Arlan dengan air mata yang tidak berhenti berderai. Ia bahagia dan juga sedih dalam waktu yang bersamaan. Bahagia karena akhirnya dia benar-benar menjadi milik Arlan seutuhnya. Sedih karena di hari terbahagianya ini tidak ada ayah ataupun bunda yang menemaninya. Arlan mengangkat wajah Greta lalu mencium keningnya dengan lembut. Semua yang ada di ruangan itu ikut terharu melihat Greta yang terus saja mencucurkan air matanya. Acara ijab kabul pun dilanjutkan dengan berbagai rangkai

