"Lo kenapa si, Gre?" tanya Sisil bingung, karena wajah sahabatnya itu, sejak pagi hingga sekarang masih saja ditekuk. Keduanya duduk di samping pos satpam, karena katanya Greta sedang malas pulang. Dan Sisil, sebagai sahabat yang super baik dengan senang hati menemani sahabatnya yang sepertinya sedang galau berat ini. Greta memejamkan mata dan mengembuskan napas berat. "Masak gue disuruh nikah, Sil." Sisil mengerutkan kening. "Terus kenapa?" Greta menoyor kepala Sisil gemas. "Kenapa gimana?" Sisil mendecak sebal. "Lo kan disuruh nikah, bukan disuruh pisah sama, Kak Arlan." Ah ini cewek memang labil. Kemarin-kemarin manggil mas, ini sekarang manggil kak. Besok mungkin manggilnya bang. Tapi itu tidak penting, yang penting sekarang adalah hati Greta yang sedang gundah gulana. Bagaimana

