Pengakuan Greta.

1002 Kata

"Gre! Lo ngrasa nggak si, kalau Kak Girda berubah sama lo?" tanya Sisil saat kedua sahabat itu sedang makan siang di kantin kampus. "Berubah gimana?" "Nggak usah pura-pura bego! Entar bego beneran baru tahu rasa." Greta menyeruput es teh manisnya sebelum memberi tanggapan. "Iya, si, gue ngerasa kalau dia sedikit jutek sama gue." "Lo tahu kenapa?" Greta hanya menggerdikan bahu. "Yakin lo nggak tahu? Dia itu cemburu, Gre." Greta mendorong mangkuk baksonya yang sudah kosong, lalu kembali membasahi kerongkongannya. "Terus gue harus ngapain? Dari awal gue udah bilang sama dia, kalau gue nggak mau kasih harapan apa-apa ke dia. Jadi sekarang salah gue apa coba?" Sisil mengaduk-aduk minumannya. "Iya juga si, Gre, emang selama ini gue lihat dia yang terlalu teropsesi sama lo." "Lo juga sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN