- AUTHOR POV - Masih dalam keadaan yang panik serta khawatir Rey beranjak dari sofanya meraih ponselnya lalu menghubungi Marsha. Namun sayangnya ponsel Marsha berdering di atas nakas samping sofa yang ia tempati. "Di mana Marsha?" tanya Rey menatap ke arah ponsel Marsha yang berdering di atas nakas. "Dia tidak mungkin berani pulang seorang diri ke Singapura" lanjutnya merasa yakin. "Sejak bangun tadi Aku juga tak melihatnya, dan malam.." "Aku juga masih mendapatinya saat kembali dari rooftop rumah sakit" jelas Rey merasa yakin dengan apa yang ia lihat tadi malam. Kalau Marsha sedang terlelap di atas sofa yang ia tempati. "Apa kamu tidak mabuk semalam? Lihat dirimu saat ini, kamu sangat kacau. Bau alkohol tadi saja masih menempel di tubuh mu" keluh Rachel. Ucapan Rachel membuat Rey g

