- AUTHOR POV - Marsha menatap kedua orang tuanya, Andien serta Rachel yang beranjak dari kursinya masing-masing. Lalu ia beralih menatap Rey yang sejak tadi menatapnya dengan senyuman nakal. Rey dapat melihat jelas kegugupan di wajah wanita yang tadi pagi ia nikahi. "Ayo sayang, kita juga ke kamar.." ucap Rey bersemangat. Jantung Marsha semakin berdegub hebat, ia membayangkan malamnya bersama Rey. Di mana ini akan menjadi malam yang panjang untuknya. Marsha menelan saliva untuk kesekian kalinya, tak pernah ia merasa gugup seperti saat ini. Bahkan saat ia berada di dalam kamar hotel saat di London bersama Rey, Marsha sama sekali tidak gugup. Namun malam ini, jantungnya berdegub begitu kencang. Rey menggenggam tangan Marsha menuju kamarnya. Berbeda dengan Marsha yang tampak gugup, Rey t
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


