- AUTHOR POV - Rey menarik Marsha masuk ke dalam mobil lalu membersihkan gaunnya kotor. Marsha menyeka air matanya yang tak ingin membuat Rey semakin hilang kontrol dan membuat masalah lagi. "Dasar wanita gila!" ungkap Rey yang masih saja kesal dengan wanita tersebut. "Siapa wanita gila itu? Kenapa orang tak waras sepertinya bisa di undang di acara terhormat seperti itu?" keluh Rey sekali lagi. "Biar Aku saja yang membersihkannya, kamu bisa melajukan mobilnya" pinta Marsha. Rey melirik ke arah Marsha yang masih saja mengeluarkan air matanya. "Mulai sekarang, Aku tak ingin kamu menangis karena siapapun kecuali Aku. Air mata mu sangat berharga kamu keluarkan karena hal yang tak penting. Dan juga, kamu harus lebih berani.. Marsha! Kamu jangan mau di rendahkan ataupun di permalukan seper

