Selama berlari, Ernest menuntun Eiji ke jebakan yang telah ia dan Rin pasang saat Yvone mengulur waktu tadi. Ia segera mengaktifkan salah satu di antaranya ketika yakin Eiji telah masuk dalam ruang lingkup area pertahanan miliknya. Puluhan ranting pohon bermata runcing terhempas tepat di hadapan Eiji, laki-laki itu menjerit berlebihan karenanya. “Wuaa! Dasar mahluk kejam primitif!” padahal sebenarnya Eiji mampu mengatasi jebakan tersebut. Ia bergerak amat lincah, menggunakan pisaunya untuk menangkis ranting-ranting tajam tersebut, mengubah arah serangan seraya terus berlari mengejar targetnya. Ernest makin senang, melompat ke atas pohon saat Eiji telah sampai dalam radius lima meter di belakangnya. Ia menarik akar gantung pada pohon tersebut sehingga membuat beberapa tombak melayan

