PDokter Anis menerima panggilan dari Allen di tengah malam. Katanya, Ham tiba-tiba menolak keluar dari kamarnya. Sikap itu sudah berlangsung seharian. Tapi karena Allen baru pulang dari yayasan jam 11, ia tahu sedikit terlambat. Aira sendiri hanya diam di depan pintu dengan mulut terkatup rapat. Gadis itu juga diam dan tidak melakukan apapun. Tiga puluh menit lewat sedikit, Dokter Anis tiba dengan mobilnya. Ia keluar dan buru-buru masuk untuk menangani keadaan. "Aira! Apa yang terjadi?" pekik Dokter Anis gemas sendiri. Ia belum pernah menghadapi situasi seperti itu. Di pojok ruangan itu, Allen terlihat putus asa. Pikirannya sudah lelah karena seharian di yayasan, jadi wajar kalau hanya ada sisa kesabaran di hatinya. "Dia seperti itu sejak tadi," kata Allen mendekat lalu menepuk pu

