Pilihan

784 Kata

Dokter Anis sengaja menemui Sam di kafe dekat rumah sakit. Ia tidak nyaman karena kebanyakan suster di bangsal perawatan, suka bergosip. Kemarin saja Allen jadi sasaran empuk. Sam kelewat mencurigakan karena punya tampilan sama tapi auranya bertolak belakang dengan Ham. "Menurutku, kamu temui Aira saja langsung. Sudah baca catatanku juga, kan?" tanyanya menyeruput es kopinya cepat. Tenggorokannya serasa kering karena takut akan konsekuensi besar dari sandiwara mereka. "Iya, aku sudah membacanya. Tapi apa tidak terlalu berbahaya? Lagipula aku benar-benar tidak paham tentang fotografi," kata Sam bingung. Hobi sang adik begitu membebani perannya. "Kamu bisa buat alasan apapun. Selama Aira melihat Ham sembuh, aku yakin dia akan baik-baik saja." Dokter Anis terdengar tidak yakin, tapi mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN