"Maaf, sepertinya pulsamu habis," kata Dokter Anis menyodorkan ponsel seorang penumpang yang duduk di sebelahnya. Tadi ia meminjam agar bisa menghubungi Allen, tapi kemudian panggilannya terputus karena kehabisan pulsa. Mau meminjam lagi untuk mengirim pesanpun, tidak enak. penumpang itu tiba-tiba habis. Pupus sudah kesempatan terakhirnya. Ia benar-benar tidak boleh menyalakan ponsel. Nomornya pasti sedang diawasi. Dengar-dengar ada kasus di mana penghutang bisa dijerat pasal penipuan. Dokter Anis tentu tidak sudi mendekam di penjara. Selain lisensinya terancam dicabut, ia tidak mungkin bisa bekerja di manapun. Dokter Anis terlalu bodoh karena setuju menjadi penjamin atas angsuran seorang saudara jauh. Sekarang, ia bahkan tidak tahu penghutang sesungguhnya ada di mana. Nanti, setelah ma

