Naila duduk di dalam kelas dengan tangan memainkan pulpen. Di sampingnya ada Thea, yang sejak tadi hanya memperhatikan Naila dengan wajah bosan. "Jadi, gimana perkembangan hubunganmu dengan Kak Dimas?" Thea bertanya dengan tangan yang menopang dagu. Matanya menatap lekat ke arah Naila yang terlihat kurang semangat untuk bercerita. "Ya, baik." Naila menjawab dengan singkat. Thea menghela nafas pelan mendengarnya. "Sepertinya pikiranmu masih terganggu oleh sosok Om Xavier," ujar Thea. Dan ya, tebakannya benar. Tangan Naila yang semula memainkan pulpen langsung berhenti begitu saja. "Kemarin aku bertemu lagi dengan Om Xavier. Dia bicara lagi padaku." Akhirnya, setelah diam sejak tadi, Naila pun mulai bercerita pada sahabatnya tersebut. "Terus? Kamu merasa berbunga-bunga lagi karena Om Xa

