Pagi menyapa, dan Xavier terlihat sudah siap dengan setelan mahalnya yang berwarna abu-abu. Rambutnya disisir dengan rapi, dan kakinya pun memakai sepatu mahal yang mengkilat. "Om berangkat kerja sekarang kah?" Naila yang baru keluar dari kamar bertanya pada Xavier yang terlihat sudah siap di pagi ini. "Nggak. Aku biasanya sarapan dulu di rumah ayahku. Sekaligus mengantar Aira sekolah nanti," jawab Xavier. Dia terlihat sedang sibuk membenarkan jam tangannya sendiri. "Oh begitu." Naila berucap seraya menganggukkan kepalanya dengan pelan. "Mau ikut sarapan di rumah ayahku?" tanya Xavier. Naila terlihat kaget mendengar pertanyaan Xavier barusan. "Eh? Memangnya boleh, Om?" tanya Naila dengan ragu. "Kenapa tidak? Papa dan Savira juga sudah mengenal kamu," jawab Xavier dusertai dengan sen

