33. Darah Kelinci

1288 Kata

Perburuan hari pertama berakhir terlalu cepat. Aldric menumbangkan tiga ekor rusa jantan bertubuh besar dengan presisi yang tak perlu diragukan. Liora, yang tak pernah diizinkan menjauh darinya, berhasil menjatuhkan seekor babi hutan dan satu ekor rusa. Catatan yang baik, seharusnya. Namun bagi Liora, hari itu terasa hampa. Beberapa kali anak panah Liora meleset dari sasaran. Bukan karena lengannya melemah atau matanya kehilangan ketajaman, melainkan karena pikirannya tak sepenuhnya hadir. Di telinganya, bisikan para bangsawan terus bergaung,“Darah hewan buruan terciprat ke sepatu Lady Thornhart…” “Jangan pikirkan apa pun. Itu hanya darah,” Aldric berulang kali berkata, suaranya direndahkan, hampir seperti mantra penenang yang dihembuskan tepat di dekat telinga Liora. Liora selalu men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN