25. Maaf, Salah Tonjok

1299 Kata

Liora mendelik tajam pada seseorang yang menekan pundaknya, "Menyingkir Rowan, jika kau hanya punya nyawa satu!" desisnya dingin dari sela-sela gigi. “Mereka sengaja memancingmu, Milady,” bisik Rowan rendah. Ia menggeleng samar, peringatan tanpa suara berharap Liora mengerti. “Baiklah ...” jawab Liora datar, namun pada detik berikutnya, jemari Liora mencekal kuat pergelangan tangan Rowan, lalu mendorong tubuh prajurit bawahan Ayahnya itu menjauh, bukan dengan amarah, melainkan keputusan. Dengan langkah kaki cepat, Liora berjalan masuk ke area pribadi dimana teriakan semakin terdengar nyaring disertai tangisan. "La-lady ...!" istri pemilik warung terkejut melihat kemunculan Liora. Air mata menggenang di mata istri pemilik warung itu dan tangannya gemetar menahan lengan Liora, seolah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN