“Kakak ngapain masuk – masuk ke dalam kamar kak Juni?” tanya Yura tidak senang dan penasaran apa yang ingin Daffa temukan. “Ah, anu—kakak lagi . . .” ujar Daffa gagap tidak tau harus mengata kan apa sebagai alasan yang pas untuk situasi saat ini. Buru – buru Daffa memasuk kan ponsel milik Juni ke dalam saku celana nya tanpa sepengetahuan Yura. “Eh . . . enggak, anu—“ ujar Daffa bingung harus berucap alasan apa yang cocok agar Yura tidak curiga dengan diri nya. “Gue tadi nyari toilet, eh tau nya salah, ini kamar lo? Maaf ya gue salah masuk,” tanya Daffa sambil menggaruk – garuk belakang kepala nya, takut ketahuan dengan Yura. “Oh gitu, kalau toilet di sebelah sana kak,” ujar Yura sambil menunjuk ke arah toilet tamu di depan mereka. “Gak usah deh, gue tiba – tiba di panggil buat rapat

